
Pada Rabu, 4 Maret 2026, dalam acara Ramadhan Menyatukan Kita yang diselenggarakan YPSP, Dr Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR RI) menyampaikan pidato yang mengingatkan makna dan harapan perjuangan Palestina.
Beliau mengingatkan bahwa dari Perang Badr, jika dilihat dari jumlah pasukan, logistik, perlengkapan dan pengalaman tempur, secara ukuran manusia kemenangan itu nyaris mustahil. Namun bagi Allah SWT., tidak ada yang sulit untuk diwujudkan.
Sejarah juga mencatat berbagai peristiwa besar: Fath ‘Umary, pembebasan Al-Quds oleh Umar bin Khattab, hingga perjuangan Shalahuddin Al-Ayyubi. Hingga hari ini, “Taufan Al-Aqsa memberikan lagi-lagi pembuktian bahwa bila Allah berkehendak dan bila umat bekerja dengan benar, kemenangan itu bisa diwujudkan.”


Dr, Hidayat juga menyebut bahwa di panggung internasional, Israel telah ditetapkan melakukan pendudukan ilegal, sementara Palestina diakui oleh 153 negara di PBB. Dan Gaza menjadi saksi bahwa realisasi harapan insyaAllah dapat diwujudkan.
“Ramadhan memberikan kita satu penyegaran, satu semangat, bahwa membebaskan Masjid Al-Aqsa sebagai tujuan utama Taufan Al-Aqsa, bisa direalisasikan karena sudah ditunjukkan dalam Al-Qur’an dan sejarah. Dan itu adalah suatu kepastian.” tegasnya.
Beliau memperingati di tengah berbagai dinamika global, muncul pula upaya pengalihan kepedulian kita terhadap Gaza dan Masjid Al-Aqsa. Perang memang terjadi antara Amerika-Israel dan Iran, tetapi sekarang banyak orang melupakan, padahal Israel tidak pernah lupa melanjutkan kejahatannya terhadap Gaza dan Masjid Al-Aqsa.
Sudah empat hari bantuan kemanusiaan ditutup total dari Gaza, dan empat hari pula Masjid Al-Aqsa ditutup serta dilarang melaksanakan shalat tarawih. Tetapi siapa yang peduli? Dunia ramai membahas konflik lain, sementara penderitaan di Gaza terus berlanjut.
“Gaza dan Masjid Al-Aqsa, dalam kondisi apa pun tidak boleh dilupakan.” Tegasnya..
Sebagai umat, kita memiliki kewajiban moral dan kemanusiaan untuk jelas dalam posisi: berdiri bersama Palestina, menolak segala bentuk penjajahan, dan terus menyuarakan keadilan.

Sikap Indonesia tetap sama—mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan. Semoga Ramadhan ini kembali menyalakan semangat umat, menguatkan solidaritas kita, dan menjadi jalan menuju kemenangan serta kemerdekaan bagi Palestina.
— Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua MPR RI