
Ketua Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP), Dr. Ahed Abu Al-Atta, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Nadwah Ilmiah 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Asia Barat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (IKABA FIB UI).
Mengangkat tema “Melampaui Narasi Kritis: Ecocide, Memori Kolektif, dan Kedaulatan Pengetahuan di Bilad asy-Syam”, kegiatan ini turut menghadirkan Dinar Zul Akbar, B.A., dan Prof. Muhammad Luthfi Zuhdi, Lc., M.A., Ph.D., Guru Besar FIB UI.
Forum ilmiah ini menjadi ruang pertukaran gagasan untuk mengkaji isu Palestina dan kawasan Syam melalui perspektif yang lebih luas, dengan menyoroti keterkaitan antara kerusakan lingkungan, ingatan sejarah, dan kedaulatan pengetahuan. Nadwah Ilmiah 2026 menjadi ruang diskusi dan refleksi intelektual untuk menelaah berbagai persoalan yang terjadi di Palestina dan kawasan Syam.
Pembahasan tidak hanya berfokus pada konflik dan dinamika geopolitik, tetapi juga mencakup kerusakan lingkungan atau ecocide, memori kolektif suatu bangsa, serta kedaulatan pengetahuan sebagai bagian penting dari upaya memahami sejarah, identitas, dan perjuangan masyarakat di kawasan tersebut.
Isu ecocide menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian, mengingat kerusakan lingkungan dalam situasi konflik tidak dapat dilepaskan dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, ruang hidup, dan keberlanjutan generasi mendatang.
Dr. Ahed Abu AL-Atta memandang ruang-ruang diskusi ilmiah sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap persoalan Palestina. “Penguatan literasi, pertukaran gagasan, dan pembacaan kritis terhadap berbagai sumber pengetahuan menjadi langkah penting untuk memperluas pemahaman publik mengenai perjuangan keadilan bagi rakyat Palestina, ujar Dr. Ahed Abu Al-Atta.
Melalui Nadwah Ilmiah 2026, YPSP berharap ruang diskusi ini menjadi momentum tumbuhnya kesadaran kritis dan kepedulian berkelanjutan terhadap Palestina dan kawasan Syam, sekaligus memperkuat solidaritas serta komitmen dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina.


