
Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) menerima kunjungan mahasiswa Jurusan Sastra Arab Universitas Indonesia (UI) dalam kegiatan Nadwah Ilmiah. Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus wadah untuk memperkuat kepedulian dan solidaritas terhadap Palestina.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Nadwah Ilmiah akan dikemas dalam rangkaian kegiatan solidaritas. Gagasan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua YPSP, Dr. Ahed Abu Al-Atta.
Dr. Ahed menilai inisiatif tersebut sebagai sebuah inovasi yang patut didukung. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah dan solidaritas dapat menjadi ruang untuk terus menyuarakan isu kemanusiaan dan kondisi masyarakat Palestina kepada publik.
“Ini adalah sebuah inovasi yang sangat kami dukung. Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi kita untuk terus menyuarakan apa yang terjadi di Palestina, sekaligus membangun kesadaran dan kepedulian di tengah masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Dr. Ahed.
Beliau juga mengapresiasi semangat mahasiswa yang mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, lingkungan akademik memiliki peran penting dalam membuka ruang diskusi, pertukaran pengetahuan, serta penyampaian informasi mengenai Palestina melalui pendekatan ilmiah dan kemanusiaan.
Selain menyampaikan kondisi terkini masyarakat di Gaza, Dr. Maher Hamed Mohammad Al-Haoli juga mengungkapkan rasa bahagianya melihat semangat generasi muda yang terus menunjukkan kepedulian dan antusiasme terhadap isu Palestina.
“Saya merasa bahagia melihat jiwa-jiwa muda yang terus bersemangat. Semangat seperti ini adalah sesuatu yang sangat baik dan perlu terus dijaga,” ujar Dr. Maher.
Melalui kegiatan Nadwah Ilmiah ini, YPSP berharap kolaborasi dengan kalangan mahasiswa dapat terus berkembang dan menghadirkan berbagai inisiatif yang memperkuat literasi, kepedulian, serta solidaritas terhadap Palestina.


