IGIC Tidak Hadirkan Breakout Session Bersama Grand Imam

Rangkaian kegiatan International Grand Imam Conference (IGIC) berlanjut di Hotel Grand Sahid Sudirman, Jakarta pada Ahad, 27 September 2026, setelah sebelumnya dilaksanakan di Hotel Bidakara. Pada sesi lanjutan ini, kegiatan dikemas dalam bentuk diskusi yang memberikan ruang lebih luas bagi para imam dan peserta forum untuk berdialog, bertukar gagasan, serta merumuskan berbagai pemikiran dan rekomendasi bersama.

Pada sesi ini para imam dan peserta forum dibagi ke dalam beberapa kelompok “breakout discussion” berdasarkan tema-tema yang telah ditentukan. Setiap breakout discussion menjadi ruang interaksi yang memungkinkan peserta untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, gagasan, serta perspektif yang berkembang di lingkungan masing-masing.

Melalui format tersebut, peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses dialog. Pertukaran gagasan diharapkan dapat menghasilkan rumusan pemikiran dan kesimpulan yang merepresentasikan pandangan para peserta forum terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian bersama.

Setiap “breakout discussion” nantinya menyusun kesimpulan dan output diskusi yang akan dihimpun menjadi bagian dari laporan resmi. Rekapitulasi hasil diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dalam forum internasional, sehingga gagasan yang lahir dari pertemuan para imam dan peserta forum tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat terdokumentasi dan dikembangkan menjadi pembahasan yang lebih luas.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan “Insyaallah, kelanjutan daripada International Grand Imam Conference ini kami juga akan menggagas pertemuan dengan pimpinan-pimpinan rumah ibadah lain non-Muslim, pimpinan-pimpinan Katolik, gereja, dan rumah-rumah ibadah yang lain, ujarnya.”

Forum juga diarahkan untuk membuka ruang partisipasi bagi pemimpin dan tokoh agama dari berbagai agama, sehingga dialog dapat berlangsung secara lebih inklusif dan mempertemukan beragam perspektif keagamaan.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat dialog, saling memahami, dan pertukaran gagasan antarpemimpin agama dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Negara yang Membatasi Perdagangan Israel

Keputusan 12 negara untuk membatasi perdagangan dengan pemukim ilegal Zionis bukan sekadar kebijakan ekonomi. Dibaliknya ada pertimbangan hukum, kemanusiaan, dan sikap politik terhadap pendudukan serta

Read More