
Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) menghadiri acara International Grand Imams Conference (IGIC) yang bertempat di Hotel Bidakara Jakarta pada hari Sabtu, 26 September 2026.
Kegiatan ini merupakan konferensi internasional para imam besar di dunia dengan mengangkat tema Mosque Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace, dengan perhatian pada penguatan peran imam, harmoni sosial, diplomasi keagamaan, hingga perdamaian global.
Acara ini dihadiri oleh 49 delegasi internasional dari 39 negara termasuk Timur Tengah, Eropa, Amerika Serikat, dan Asia dan 350 dari dalam negeri.
Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Muhammad Hussein turut hadir dalam acara ini. Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar berpesan “Mari kita sentuh persoalan konflik regional internasional ini dengan menggunakan bahasa kemanusiaan. Mudah-mudahan bahasa agama ini bisa meredam konflik, bisa meredam ketegangan, dan kehadiran imam untuk membahasakan hal ini sangat strategis dan sangat penting, ujarnya.”
Pada pertemuan ini, Syekh Muhammad Hussein juga mengulas perjalanan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa dalam sejarah Islam, termasuk peran Khalifah Umar bin Khattab dan Salahuddin Al-Ayyubi. Dalam kesempatan tersebut, Mufti Al-Quds juga menyerukan “Selama umat Islam memegang Masjid Al-Aqsa, maka kita bisa pegang kesatuan umat Islam seluruh dunia. Dan apabila dikuasai umat lain, maka ini adalah indikasi kelemahan umat Islam,” kata Syekh Muhammad Hussein menegaskan.
Kehadiran Mufti Agung Al-Quds pada IGIC 2026 semakin menegaskan posisi forum internasional ini sebagai ruang bagi para pemimpin agama dunia untuk membangun dialog, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama merespons berbagai tantangan global dengan mengedepankan nilai kemanusiaan serta solidaritas antarbangsa.