Ketua YPSP Sampaikan Kuliah Umum di UNIDA Gontor

Ketua Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP), Dr. Ahed Abu Alatta, menyampaikan kuliah umum kepada mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor yang diikuti oleh 25 peserta. Kuliah tersebut mengangkat tema “Jejak Peradaban Islam di Gaza: Dimensi Politik, Keislaman, dan Media” sebagai bagian dari upaya universitas dalam memperkuat pemahaman mengenai isu Palestina serta menyoroti dimensi sejarah dan peradabannya.

Mengawali pemaparannya, Dr. Ahed Abu Alatta menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas dan Program Pascasarjana atas perhatian yang besar terhadap isu Palestina. Ia juga mengapresiasi terselenggaranya forum ilmiah semacam ini yang dinilai mampu membangun wawasan akademik yang mendalam di kalangan mahasiswa terhadap berbagai isu keadilan, terutama persoalan Palestina.

Dalam kuliah tersebut, Dr. Abu Alatta menjelaskan hakikat konflik Palestina dengan pendudukan Israel, mulai dari akar sejarahnya hingga perjalanan perjuangan dan perlawanan rakyat Palestina. Ia kemudian mengulas berbagai fase penting yang telah dilalui perjuangan Palestina, khususnya di Jalur Gaza, sejak peristiwa Nakba tahun 1948, termasuk berdirinya Al-Mujamma’ Al-Islami dan Universitas Islam Gaza beserta kontribusinya dalam membangun sumber daya manusia Palestina serta memperkuat ketahanan masyarakatnya.

Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan para ulama merupakan pilar penting dalam berbagai fase perjuangan bangsa Palestina. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti sejumlah tokoh Palestina yang berperan besar dalam kebangkitan rakyat Palestina dan umat Islam, terutama Syekh Ahmad Yasin yang dinilainya menjadi teladan dalam memadukan dakwah, keilmuan, dan perjuangan.

Dr. Abu Alatta turut menyoroti peran strategis universitas dan lembaga pendidikan Islam dalam menjaga identitas nasional dan nilai-nilai keislaman masyarakat Palestina. Menurutnya, lembaga-lembaga tersebut telah lama menjadi sasaran serangan Israel karena dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki semangat keteguhan.

Pada sesi mengenai media, Dr. Abu Alatta membahas apa yang disebutnya sebagai “perang narasi”. Ia menjelaskan bahwa sejak peristiwa Nakba, Israel berupaya membangun narasinya sendiri dengan memutarbalikkan fakta serta menyembunyikan berbagai pelanggaran yang dilakukan terhadap rakyat Palestina. Karena itu, menurutnya, media kini menjadi salah satu medan perjuangan yang sangat penting karena memiliki kemampuan untuk mengungkap fakta dan memperlihatkan berbagai pelanggaran kepada masyarakat dunia.

Menutup kuliahnya, Dr. Abu Alatta mengajak para mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi narasi Israel melalui pemanfaatan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab guna menyampaikan fakta, membela keadilan, serta memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menekankan bahwa perjuangan membangun kesadaran publik sama pentingnya dengan bentuk perjuangan lainnya.

Kuliah umum diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana para mahasiswa Program Pascasarjana mengajukan berbagai pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Diskusi berlangsung dinamis dan mencerminkan besarnya minat mahasiswa untuk memahami lebih dalam berbagai dimensi serta perkembangan isu Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *