
Jakarta – Humas dan Media Yayasan Persahabatan dan Studi Persahabatan (YPSP) menggelar forum Indonesia-Palestina pada hari Selasa, 30 Juni 2026, dengan tema “Bahaya Proyek Zionis terhadap Umat di Pasca Operasi Taufan A-Aqsha: Dimensi Politik, Media, dan Budaya”, bertempat di kantor YPSP di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dengan dihadiri oleh sejumlah akademisi, pimpinan organisasi mahasiswa, dan para pegiat isu Palestina.
Forum ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, bersama dengan perwakilan organisasi mahasiswa, aktivisi sosial dan kemanusiaan, serta sejumlah tokoh masyarakat, yang menegaskan semakin meningkatnya perhatian terhadap isu Palestina di kalangan akademisi dan generasi muda di Indonesia.
Dalam sambutan pembukaannya, Dr. Ahed Abu Alatta, ketua YPSP menegaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari upaya yayasan untuk memperkuat kesadaran tentang isu Palestina, melalui penyajian pembacaan ilmiah dan pengetahuan mengenai perkembangan konflik, serta menyoroti hakikat proyek, Zionis dan bahaya politik, media, dan budayanya terhadap umat Islam.
Beliau menambahkan bahwa antusiasme yang besar dari berbagai lapisan masyarakat Indonesia mencerminkan kedalaman kepedulian publik terhadap isu Palestina, dan menegaskan pentingnya membangun solidaritas nyata yang berlandaskan pengetahuan dan kesadaran, guna memperkuat jembatan kerjasama dan pemahaman antara rakyat Palestina dan Indonesia.
Forum ini dihadiri oleh Dr. Fathi Abdul Qadir, Wakil Sekretatis Jenderal Koalisi Internasional untuk pembelaan Al-Quds dan Palestina, yang menyampaikan pemaparan mengenai akar pemikiran dan sejarah proyek Zionis, serta perubahan strateginya pada pasca Operasi Taufan Al-Aqsha, disamping pemanfaatan media digital dalam konflik, dan pentingnya meningkatkan kesadaran generasi muda untuk menghadapi kampanye disinformasi media terkait isu Palestina.
Rangkain forum ini meliputi sambutan, pembukaan, dilanjutkan dengan sesi ilmiah, kemudian diskusi panel terbuka yang memberi kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan dan tanggapan, di tengah interaksi yang besar dan diskusi yang mencerminkan perhatian hadirin terhadap perkembangan terbaru isu Palestina serta cara-cara berkontribusi dalam mendukungnya melalui kerja akademik, media dan kemanusiaan.
Forum ditutup dengan menegaskan pentingnya melanjutkan inisiatif-inisiatif akademik dan budaya semacam ini, karena perannya dalam memperkuat kesadaran akan isu Palestina, meningkatkan kehadirannya di kalangan generasi muda dan akademisi, serta membangun opini publik yang berlandaskan nilai-nilai keadilan, kebebasan, dan hak asasi manusia.