YPSP Menjalani Kerjasama dengan Adrenaline Street Boxing

Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) pada Senin, 6 Juli 2026, menerima kunjungan delegasi Adrenaline Street Boxing, sebuah komunitas olahraga tinju jalanan asal Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka memperkuat kerja sama untuk mendukung perjuangan Palestina serta menjadikan olahraga sebagai sarana solidaritas kemanusiaan.

Ketua YPSP, Dr. Ahed Abu Alatta, menyambut hangat rombongan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan eratnya hubungan historis antara rakyat Palestina dan Indonesia yang diikat oleh nilai-nilai agama, budaya, dan kemanusiaan. Ia juga menyoroti bahwa kedua bangsa sama-sama pernah merasakan penderitaan akibat penjajahan. Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya setelah perjuangan panjang, dan beliau berharap rakyat Palestina juga segera memperoleh kemerdekaan sebagaimana yang telah diraih bangsa Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ahed memaparkan sejarah perkembangan olahraga di Palestina. Ia menjelaskan sejak 1920-an, Palestina telah menjadi salah satu wilayah yang memberi perhatian besar terhadap berbagai cabang olahraga, khususnya tinju. Berbagai klub olahraga saat itu menjadi tempat berkembangnya olahraga tinju dan melahirkan banyak atlet berprestasi. Menurutnya, olahraga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Palestina. Mereka berolahraga di klub-klub, dalam berbagai kegiatan sosial, bahkan di halaman masjid sebagai bentuk kecintaan terhadap aktivitas fisik dan budaya olahraga.

Beliau juga menjelaskan bahwa sejak tahun 1948, pendudukan Israel secara sistematis menargetkan sektor olahraga Palestina dengan menghancurkan klub-klub dan fasilitas olahraga, terutama di Jalur Gaza. Selain itu, para atlet Palestina juga kerap dihalangi untuk mengikuti kejuaraan internasional maupun menjalani pemusatan latihan di luar Palestina. Ratusan atlet Palestina turut menjadi sasaran serangan, yang menurutnya merupakan upaya sistematis untuk melemahkan eksistensi olahraga Palestina.

Meski menghadapi berbagai tekanan tersebut, Dr. Ahed menegaskan bahwa rakyat Palestina tetap mempertahankan olahraga sebagai bagian dari identitas nasional mereka. Ia menambahkan bahwa penindasan yang dilakukan Israel mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat Palestina, sehingga diperlukan dukungan dan solidaritas dari negara-negara Islam, terutama Indonesia, untuk terus mendukung Palestina, termasuk melalui bidang olahraga.

Dr. Ahed juga mengapresiasi berbagai bentuk dukungan yang ditunjukkan oleh sejumlah tim nasional dan atlet dari berbagai negara terhadap Palestina. Ia menyinggung aksi beberapa tim nasional Arab serta tim nasional Spanyol yang mengibarkan bendera Palestina dalam ajang Piala Dunia 2026. Selain itu, ia turut memberikan penghargaan kepada pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, yang mengangkat bendera Palestina dan mempersembahkan salah satu kemenangan timnya kepada rakyat Palestina, khususnya masyarakat Jalur Gaza yang tengah menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat berat akibat perang yang terus berlangsung.

Sementara itu, Ketua Delegasi Adrenaline Street Boxing menyampaikan apresiasi kepada YPSP atas sambutan hangat yang diberikan. Ia menyatakan bahwa kunjungan tersebut semakin mempererat hubungan persaudaraan antara rakyat Indonesia dan Palestina.

Melalui presentasi yang ditampilkan, delegasi memaparkan berbagai kegiatan dan program yang telah diselenggarakan Adrenaline Street Boxing di Indonesia untuk mempromosikan olahraga tinju sekaligus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka juga menampilkan berbagai inisiatif para atlet yang mengenakan bendera Palestina serta secara terbuka menyatakan solidaritas terhadap perjuangan Palestina dalam berbagai ajang olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *