
Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) yang dipimpin oleh Dr. Ahed Abu Alatta mengunjungi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Republik Indonesia, dalam rangka memperkuat hubungan dengan lembaga-lembaga resmi Indonesia serta membahas berbagai cara untuk mendukung perjuangan Palestina.
Pada awal pertemuan, Dr. Ahed Abu Alatta menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Ketua serta anggota Dewan Kota Malang atas sambutan hangat dan keramahan yang diberikan. Ia juga memuji sikap historis dan konsisten rakyat Indonesia terhadap isu Palestina.
Dr. Ahed Abu Alatta memaparkan kepada para anggota dewan mengenai perkembangan terbaru di lapangan dan kondisi kemanusiaan di Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Ia menjelaskan besarnya tragedi kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina akibat berlanjutnya agresi Israel. Ia menyatakan bahwa tindakan terhadap warga sipil masih terus berlangsung meskipun terdapat gencatan senjata kemanusiaan, serta menegaskan bahwa masyarakat Gaza masih menghadapi kondisi yang sangat sulit akibat blokade dan serangan yang terus berlanjut.
Ia juga membahas perjalanan perjuangan Palestina selama beberapa dekade, dengan menegaskan bahwa rakyat Palestina tetap mempertahankan hak sah mereka atas kebebasan dan martabat. Ia menyatakan bahwa perlawanan terhadap pendudukan akan terus berlangsung selama pendudukan masih ada.
Dr. Ahed Abu Alatta mengapresiasi peran besar rakyat Indonesia dalam mendukung Palestina. Ia menghargai upaya lembaga resmi maupun masyarakat dalam mendukung hak-hak Palestina, serta menyerukan penguatan kampanye kesadaran mengenai isu Palestina, memperluas gerakan boikot terhadap produk-produk yang mendukung pendudukan, serta melanjutkan upaya kemanusiaan dan bantuan untuk memperkuat ketahanan rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Sementara itu, Ketua Dewan Kota Malang, Dr. Asmualik, menyambut delegasi Yayasan Persahabatan dan menyatakan kegembiraannya atas kunjungan tersebut, yang mencerminkan kedalaman hubungan persaudaraan antara rakyat Palestina dan Indonesia.
Ia menegaskan bahwa isu Palestina memiliki posisi khusus di hati rakyat Indonesia. Ia menyebut bahwa peristiwa tragis yang terjadi di Jalur Gaza membutuhkan keberlanjutan solidaritas internasional. Ia juga kembali menegaskan sikap negaranya dan rakyat Indonesia yang mendukung hak-hak rakyat Palestina, serta memastikan bahwa dukungan terhadap Palestina akan terus diberikan hingga rakyat Palestina memperoleh hak-hak mereka yang sah atas kebebasan dan keadilan.
C


