
YPSP menyampaikan sikap sejalan dengan MUI dalam mendesak pembatalan rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia, Kamis (22/10). Sikap ini lahir dari kepedulian terhadap krisis kemanusiaan di Palestina serta pentingnya memastikan bahwa ruang publik, termasuk panggung seni dan budaya, tidak dilepaskan dari tanggung jawab moral terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
MUI menyampaikan penolakan resmi melalui pernyataan yang disampaikan Prof. Sudarnoto selaku ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional. Dalam penjelasannya, MUI menyoroti rekam jejak Andrea Bocelli yang pernah terlibat dalam dalam penggalangan dana bagi militer Israel (IDF).
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu dasar pertimbangan yang disoroti MUI dalam menyampaikan sikapnya terhadap rencana konser di Indonesia.
Dalam forum terbuka tersebut, Dr. Ahed Abu Al-Atta selaku ketua YPSP menyampaikan pandangannya yang sejalan, bahwa persoalan Palestina tidak hanya berkaitan dengan agama atau bangsa tertentu, tetapi juga menyangkut nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, beliau mengajak semua pihak untuk terus memelihara semangat solidaritas, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam memperoleh kemerdekaan.
“ Kita menyadari bahwa berbagai bentuk propaganda dan strategi untuk memengaruhi opini publik dapat dilakukan melalui banyak jalur, mulai dari ekonomi, teknologi, hingga seni dan budaya. Karena itu, kita perlu untuk berhati-hati dalam melihat setiap perkembangan yang terjadi. Saya sangat mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Semoga dukungan ini terus terjaga hingga Palestina memperoleh kemerdekaannya, ujar Dr. Ahed. ”
Sikap yang disampaikan bukanlah bentuk penolakan terhadap seni, musik, ataupun kebebasan berekspresi. Sebaliknya, sikap ini merupakan ajakan untuk menempatkan kegiatan seni dan budaya untuk tetap memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, terutama ketika terdapat rekam jejak yang perlu dipertimbangkan secara serius.