YPSP Gelar Kuliah Umum untuk Ribuan Santri Gontor

Dalam upaya memperkuat kesadaran terhadap isu Palestina serta menanamkan nilai-nilai solidaritas Islam, Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) menyelenggarakan kuliah umum di Masjid Pondok Modern Darussalam Gontor. Kuliah tersebut disampaikan oleh Ketua YPSP, Dr. Ahed Abu Alatta, dan dihadiri lebih dari 3.000 santri, serta sejumlah pimpinan dan tenaga pendidik pondok.

Dalam sambutannya, Dr. Ahed Abu Alatta mengawali dengan mengapresiasi posisi Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka yang telah melahirkan generasi-generasi pembawa risalah Islam dan nilai-nilai luhur. Menurutnya, Gontor merupakan mercusuar pendidikan yang berhasil memadukan keunggulan akademik dengan pembinaan iman dan akhlak. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pimpinan dan para pengajar atas dedikasi mereka dalam membentuk karakter santri, serta perhatian dan dukungan yang terus diberikan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dalam kuliah umumnya, Dr. Ahed Abu Alatta memaparkan perkembangan terkini isu Palestina, khususnya kondisi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan di Jalur Gaza. Ia menjelaskan bahwa rakyat Palestina terus menghadapi genosida dan berbagai kejahatan yang dilakukan oleh pendudukan Zionis terhadap warga sipil, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa membela Palestina tidak cukup hanya dengan dukungan moral, tetapi harus dimulai dari membangun generasi yang berilmu, berkesadaran, dan memiliki semangat untuk terus belajar. Menurutnya, pendidikan dan penguasaan ilmu merupakan bekal utama bagi lahirnya generasi yang mampu mengemban amanah umat serta memperjuangkan nilai-nilai keadilan. Karena itu, ia mengajak para santri untuk terus menuntut ilmu, berprestasi, dan mempersiapkan diri agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi Islam dan Palestina.

Dr. Ahed Abu Alatta juga menyoroti keteladanan para pelajar di Jalur Gaza yang tetap melanjutkan pendidikan di tengah kehancuran sekolah, universitas, dan berbagai fasilitas pendidikan akibat agresi yang terus berlangsung. Menurutnya, keteguhan mereka dalam menuntut ilmu menjadi bukti kuatnya tekad dan keimanan, sekaligus menyampaikan pesan kepada dunia bahwa rakyat Palestina tetap berpegang teguh pada kehidupan dan pendidikan meskipun terus berupaya dirampas hak-hak dasarnya oleh pendudukan.

Kuliah umum tersebut berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para santri menunjukkan perhatian besar terhadap materi yang disampaikan serta menyatakan solidaritas mereka kepada rakyat Palestina. Mereka juga menegaskan komitmennya untuk terus belajar, berprestasi, dan berkontribusi dalam membela berbagai perjuangan kemanusiaan serta melayani umat Islam.

Baca Juga: https://ypsp.org/ypsp-dan-unida-gontor-dukung-akademik-bagi-palestina/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *