
Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) turut menghadiri perayaan tahunan yang diselenggarakan oleh Sekolah Dasar Islam An-Nuriyah di Indonesia dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah ulama, anggota parlemen, pimpinan kepolisian, serta para pelajar putra dan putri sekolah dasar.
Dalam sambutannya, Dr. Khaled Al-Majaydeh menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada pihak Sekolah Dasar Islam An-Nuriyah atas undangan, sambutan hangat, dan jamuan yang diberikan. Ia juga memuji berbagai upaya yang dilakukan Sekolah Dasar Islam An-Nuriyah dalam mengabdi kepada ilmu dan pendidikan serta membentuk generasi.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Khaled menyampaikan tentang keagungan Maulid Nabi ﷺ dan risalah agung yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ berupa cahaya dan petunjuk bagi umat. Ia menegaskan bahwa salah satu keutamaan terbesar diutusnya Rasulullah ﷺ adalah mengeluarkan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan kepada Tuhan seluruh manusia, serta dari kegelapan kebodohan menuju cahaya iman dan ilmu.
Ia juga menyampaikan bahwa salah satu nikmat terbesar dari risalah Nabi ﷺ adalah dipersatukannya umat dalam persaudaraan Islam. Ia berkata, “Jika bukan karena Muhammad ﷺ, niscaya pertemuan besar ini tidak akan terjadi, ma’had ini tidak akan ada, dan agama ini tidak akan menyatukan kita sebagai saudara yang saling mencintai.”
Dr. Khaled menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya berhenti pada kata-kata dan seremonial, tetapi diwujudkan melalui keteladanan nyata terhadap sunnah Nabi ﷺ serta menjadikan sirah dan ajarannya sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Pada pertemuan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ yang bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Indonesia Dr. Khaled juga menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Indonesia atas peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Ia mengungkapkan kebanggaan dan penghormatannya kepada Indonesia dan rakyatnya, sekaligus mengapresiasi hubungan historis dan persaudaraan yang terjalin antara rakyat Indonesia dan Palestina. Menurutnya, sikap-sikap terhormat Indonesia tersebut akan selalu dikenang dan dihargai oleh rakyat Palestina.
Di akhir sambutannya, Dr. Khaled berpesan kepada para pelajar agar berpegang teguh pada ilmu dan pendidikan, serta membangun diri dengan pengetahuan dan akhlak. Ia menegaskan bahwa mereka adalah generasi masa depan dan pembawa perubahan, yang diharapkan dapat mengabdi kepada umat, berkontribusi dalam perjuangan pembebasan Palestina, dan membuka kembali Baitul Maqdis dengan izin Allah.


