YPSP turut berpartisipasi dalam lokakarya bersama APKB

Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) turut berpartisipasi dalam lokakarya mengenai boikot dan penguatan dukungan terhadap Masjid Al-Aqsa. Dr. Khaled Al-Majaydah selaku direktur administrasi di YPSP turut berpartisipasi dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh Akademi Perintis Kebangkitan Bangsa (AKPB) dengan tema: “Boikot terhadap Penjajah Zionis dan Penguatan Langkah-Langkah Strategis untuk Membela Masjid Al-Aqsa.”

Lokakarya tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan perwakilan lembaga amal serta lembaga pendidikan di Indonesia, bersama sejumlah jurnalis dan mahasiswa. Para peserta membahas pentingnya gerakan boikot sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap perjuangan Palestina, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai situasi di Palestina dan Jalur Gaza.

Dalam diskusi tersebut, berbagai pandangan dan usulan turut disampaikan untuk mengembangkan mekanisme boikot, menjaga keberlangsungannya, serta memperluas pemahaman masyarakat Indonesia mengenai pentingnya gerakan tersebut dan dampaknya.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Sufyan, seorang ahli pemasaran digital, menyampaikan presentasi mengenai konsep dan karakteristik gerakan boikot, proses terbentuknya, prinsip-prinsip utamanya, serta strategi untuk menjaga keberlangsungannya dan memperkuat eksistensinya di tengah masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Dr. Khaled Al-Majaydah menekankan pentingnya pemanfaatan media digital dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap isu Palestina. Menurutnya, media digital merupakan sarana strategis dalam membentuk opini dan kesadaran publik melalui kampanye digital, video, serta berbagai materi edukatif yang informatif dan berkelanjutan.

Ia juga mendorong lembaga, aktivis, dan jurnalis untuk memperkuat produksi serta penyebaran konten mengenai Palestina, termasuk informasi mengenai kondisi masyarakat Palestina di Gaza dan isu terkait perusahaan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan pendudukan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat perhatian dan solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina di ruang digital.

Pada akhir lokakarya, para peserta menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi dan kerja sama antara lembaga, organisasi masyarakat, dan media. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan berbagai inisiatif konkret dalam mendukung perjuangan Palestina serta memperkuat solidaritas masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *