
Jakarta – Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) menghadiri Pelepasan Dai Nusantara Tepian Negeri (DNTN) Angkatan XX Tahun 2026 pada Rabu, 8 Juli 2026, yang diselenggarakan di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta.
Acara ini menjadi momentum untuk mengukuhkan sekaligus melepas para dai yang akan menjalankan misi dakwah dan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, sebagai bagian dari upaya program dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat serta memperkuat pembangunan masyarakat.
Dalam sambutannya, Direktur Ma’had Aly An-Nuaimy sekaligus Ketua STIT An-Nuaimy, K.H. Itang Rusmana, Lc., M.H., menyampaikan:
“Dalam setiap acara pelepasan dai, kami selalu menghadirkan Palestina bersama kami. Kalian adalah bagian dari kami, dan kami adalah bagian dari kalian.”
Ia juga menjelaskan bahwa hingga tahun 2026, jaringan dakwah STIT An-Nuaimy telah berkembang mencakup 285 lembaga di berbagai wilayah Indonesia. Sementara itu, para dai dalam program pengabdian telah ditempatkan di 17 provinsi dan daerah, membentang dari Sabang hingga Merauke.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, menegaskan bahwa sejarah perjuangan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran besar para ulama dan tokoh Islam dalam membangun bangsa dan memperjuangkan kemerdekaan. Karena itu, ia mengajak para dai untuk melanjutkan perjuangan tersebut melalui dakwah yang penuh hikmah, membangun masyarakat, dan memperkuat persatuan umat.
Ia mengatakan:
“Dakwah menuntut kesabaran. Kehadiran para dai adalah rahmat bagi masyarakat. Keteladanan harus hadir sebelum nasihat, dan tugas seorang dai adalah memudahkan urusan masyarakat, bukan mempersulitnya.”
Di akhir kegiatan, Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan program tersebut. YPSP menegaskan pentingnya program-program dakwah yang mampu melahirkan dai yang memiliki ilmu syariat, akhlak yang mulia, mampu mengikuti perkembangan zaman, serta siap mengabdi kepada masyarakat Indonesia demi memperkuat nilai-nilai persatuan, pembangunan, dan kemajuan bangsa.


